26
Apr
10

Membuat Satu Benda Dengan Beragam Material

Dalam 3D Max kita bisa membuat benda dengan satu material, tetapi masalah timbul bila kita membuat banyak benda dengan beragam material dan menggabungkannya menjadi satu benda, maka akan memakan banyak waktu untuk membuatnya, misalnya dalam membuat satu pondasi rumah dengan beragam material maka akan sulit bila kita membuat persatu benda dengan per satu material kemudian menggabungkannya dan mencocokan ukurannya pada setiap benda untuk digabungkan nantinya ! Pada sesi yang perdana ini akan dibahas bagaimana membuat satu benda dengan berbagai macam material.

1.  Resetlah semua viewport dengan jalan File > Reset
2.  Buatlah sebuah kotak dengan menggunakan tombol Box pada grup tombol Create.
3.  Ubah Length Segs, Width Segs, Height Segs masing-masing 3, atau sesuai keinginan anda

4.  Tekan tombol Modify lalu pilih rollout modifier list  lalu pilih Edit Mesh.


5.  Pada rollout Selection pilih tombol Polygon.


6.  Melihat posisi ID material : drag rollout parameter kebawah, pada kelompok Material, isilah dari 1 sampai dengan 6, maka dari tiap nama sudah terisi dengan tanda pada viewport ada bagian box yang berwarna merah, tanda tersebut menandakan ID tersebut sudah terisi.

Membuat dan Menerapkan Material Multi/Sub-Object

1.  Buka Material Editor dengan menekan tombol M di Keyboard, klik tombol Standard menjadi Multi/Sub-Object. Maka terlihat secara default nya ada 10 ID kosong.

2.  Karena objek Box hanya mempunyai 6 ID, maka ubahlah di multi/sub-object menjadi 6 ID saja, klik tombol Set Number ubah angkanya menjadi 6.

3.  Setelah menjadi 6 ID saja, maka buatlah pada masing-masing ID dari 1 – 6 material yang berbeda, dengan cara klik pada tombol 01 – Default (standard) atau yang dibawahnya Material #… (Standard) sampai dengan pada ID yang ke 6.

4.  Setelah selesai mengisi semua ID dengan material yang berbeda, maka kirimlah material Multi/Sub-object ini pada box dengan cara drag slot yang aktif pada box.


26
Apr
10

Particle Array – Particle Systems

Fasilitas particle array digunakan untuk membuat animasi objek teapot yang berkesan pecah berkeping-keping.

Membuat Objek Teapot

1.    Resetlah sistem.

2.    Aktifkan Top viewport.

3.     Pastikan bahwa tab Create adalah tab yang aktif, dan object categories yang aktif adalah Geometry.

4.    Di dalam rollout Object Type, klik tombol Teapot.

5.    Klik sembarang posisi, misal, kanan bawah, kemudian klik dan drag ke arah kanan bawah lagi untuk menentukan ukuran radius teapot. Klik sembarang.

6.    Geser command panel hingga rollout Parameters, kemudian ubah nilai Radius menjadi 80.

7.   Klik Zoom Extend All.

Membuat Particle Array

1.   Pastikan bahwa tab Create adalah tab yang aktif, dan object categories yang aktif adalah Geometry.

2.    Perhatikan kotak combo tepat di bawah object categories yang berisikan Standard Primitives. Ubahlah pilihan di dalamnya menjadi Particle Systems.

3.    Di dalam rollout Object Type, klik tombol PArray.
4.    Kemudian klik di sembarang posisi pada Top viewport, kemudian klik kanan bawah dan lepaskan pengklikan apabila objek particle array kira-kira seukuran 20.

Memodifikasi Parameter Particle Array

1.    Pastikan bahwa objek particle array dalam keadaan terpilih.

2.   Ubah tab yang aktif menjadi Modify dengan mengklik pada tab bersangkutan.

3.    Geser command panel ke atas hingga rollout Basic Parameters.

4.    Pada grup Object-Based Emitter, Anda klik tombol Pick Object. Kemudian pada Top viewport Anda klik secara langsung objek teapot.

5.    Masih berada di dalam rollout Basic Parameters, Anda geser command panel ke atas hingga grup Viewport Display, kemudian klik tombol radio Mesh.

6.    Geser command panel ke atas lagi hingga rollout Particle Type. Pada grup Particle Types, klik tombol radio Object Fragments.

7.   Klik tombol Play Animation. Dapat dilihat efek animasi objek teapot pecah berkeping-keping.

8.   Klik tombol Stop Animation.

Memperpanjang Durasi Fragment

1.    Buka rollout Particle Generation.

2.    Ubah nilai Life yang terdapat di dalam grup Particle Timming menjadi 150.

3.     Klik tombol Play Animation. Lihat pecahan objek teapot lebih lama.

4.     Klik tombol Stop Animation.

Menyembunyikan Objek Teapot

1.   Ubah tab yang aktif menjadi Display.

2.    Geser command panel hingga rollout Hide.

3.    Klik tombol Hide By Name, setelah itu tampil kotak dialog Hide Object. Anda klik ganda pada Teapot01 untuk menyembunyikan objek ini.

4.    Aktifkan Perspective viewport.

5.   Klik tombol Play Animation. Lihat objek geometry teapot tidak tampak lagi pada viewport.

6.   Klik tombol Stop Animation.

23
Apr
10

Super Spray – Particle Systems

Particle Systems adalah objek-objek yang menghasilkan efek-efek butiran secara terus-menerus untuk mensimulasikan efek hujan, badai salju, debu, dan lain sebagainya. Anda akan mempergunakan particle systems ini, khususnya dalam pembuatan animasi.

1.    SuperSpray
Fasilitas SuperSpray digunakan untuk membuat animasi air memancar. Dalam contoh berikut ini, kita akan membuat animasi air memancar dari ujung selang air.

Membuat Objek Selang dengan Loft

1.    Resetlah sistem ke dalam sistem yang baru.

2.    Buatlah objek Line dan Circle yang berfungsi sebagai Path dan Shape. Untuk acuan penggambaran lihatlah gambar di bawah ini.

3.    Kemudian seleksi objek Line yang telah dibuat yang berfungsi sebagai Path.

4.   Klik tombol Create, muncul tombol Geometry klik dan di rollout Standard Primitives pilih Compound Object lalu pilih tombol Loft.

5.    Di grup Creation Method, klik pada tombol Get Shape, dan pilih objek Circle sebagai shape/bentuknya. Maka di viewport muncul benda baru bernama Loft01 yang menyerupai selang.

6.    Pada grup Skin Parameters, hilangkan ceklis Cap Start dan Cap End, hal ini bertujuan untuk menghilangkan tutup selang sehingga ada lubang.

7.    Untuk ketebalannya pada Modifier List pilih Shell. Hal ini bertujuan untuk manambah ketebalan selang.

Menambah SuperSpray

1.    Aktifkan Front viewport.

2.    Ubah Front viewport manjadi Back viewport dengan menekan tombol K.

3.   Klik tombol Zoom Extend All.

4.   Pastikan bahwa tab Create adalah tab yang aktif, dan object categories yang aktif adalah Geometry.

5.    Perhatikan kotak combo tepat di bawah object categories yang berisikan Standard Primitives. Ubahlah di dalamnya menjadi Particle Systems.

6.    Di dalam rollout Object Type, klik tombol SuperSpray.

7.    Kemudian pada Back viewport, Anda klik di pusat objek selang. Drag ke kanan bawah dan lepaskan pengklikan apabila objek superspray seukuran objek selang.

8.    Aktifkan Top viewport.

9.   Klik Select and Move. Kemudian pindahkan objek superspray ke atas tepat di mulut objek selang. Lihat gambar di bawah ini untuk hasil penempatan yang dibuat.

Memodifikasi Parameter SuperSpray

1.    Pastikan bahwa objek superspray masih dalam keadaan terpilih.

2.   Ubah tab yang aktif menjadi Modify dengan mengklik pada tab bersangkutan.

3.    Geser command panel ke atas hingga rollout Basic Parameters.

4.    Di dalam grup Viewport Display, klik tombol radio Mesh. Hal ini akan mengubah bentuk penampilan butir superspray yang tampil pada viewport. Masih di dalam grup viewport display, ubah nilai Percentange of Particles menjadi 100%. Hal ini akan menambah jumlah butiran yang keluar.

5.    Buka rollout Particle Generation. Ubah nilai Use Rate menjadi 2 yang terdapat di dalam grup Particle Quantity. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rasio pemancaran butiran.

6.    Di dalam grup Particle Timming, ubah nilai Emit Stop menjadi 100 dan ubah nilai Life menjadi 50. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang masa pemancaran butiran sesuai dengan jumlah frame yang ada.

7.    Di dalam grup Particle Size, ubah nilai Size menjadi 20.

8.    Buka rollout Particle Type. Di dalam grup Standard Particles, aktifkan tombol radio Tetra. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah tipe butiran menjadi bentuk tetra.

9.     Klik tombol Play Animation. Lihat efek animasi yang terjadi.

10.   Klik tombol Stop Animation untuk memberhentikan animasi.

Menambah Jumalh Butiran Pemancaran

1.    Buka rollout Particle Spawn yang letaknya di bawah command panel.

2.    Pada grup Particle Spawning Effect, klik tombol radio Spawn Trails.

3.    Di dalam grup Direction Chaos ubah nilai Chaos menjadi 60%.

4.    Di dalam grup Speed Chaos ubah nilai Factor menjadi 50%. Masih di dalam grup Speed Chaos, klik kotak cek Inherit Parent Velocity, dan klik juga Use Fixed Value.

Membuat File Animasi

1.    Aktifkan Perspective viewport.

2.    Klik menu Rendering, kemudian submenu Render.

3.    Setelah itu tampil kotak dialog Render Scene.

4.    Di dalam rollout Common Parameters, Anda perhatikan grup Time Output. Aktifkan tombol radio Active Time Segment dengan mengkliknya.

5.    Perhatikan grup Output Size, klik tombol 320 x 240.

6.    Di dalam grup Render Output, klik tombol Files. Setelah itu, tampil kotak dialog Render Output File. Di dalam kotak combo Save As Type, pilihlah pilihan Avi File (*.avi). Isi nama file pada File name dengan nama Selang-anim. Lalu klik tombol Save.

7.    Setelah itu tampil kotak dialog Video Compression. Didalam kotak combo Compressor, pilih Microsoft MPEG-4 Video Codec, kemudian klik OK.

8.    Di dalam kotak dialog Render Scene, klik tombol Render.

9.    Tunggu sebentar, proses render dilaksanakan. Jika selesai, klik Close untuk menutup kotak dialog Render Scene.

2.    SuperSpray Dipengaruhi Oleh Angin

Objek SuperSpray yang Anda buat, dapat Anda bri pengaruh dengan objek gravitasi, angin, bom, dan sebagainya ; sehingga objek superspray dapat membengkok atau berubah arah sesuai dengan gaya yang diberikan padanya.

Membuat SuperSpray

1.    Reset-lah sistem.

2.    Aktifkan Front viewport.

3.     Pastikan bahwa tab Create masih dalam keadaan aktif, dan object categories yang aktif adalah Geometry.

4.    Perhatikan kotak combo tepat di bawah object categories yang berisikan Standard Primitives. Ubah pilihan di dalamnya menjadi Particle Systems.

5.    Di dalam rollout Object Type, klik tombol SuperSpray.

6.    Kemudian klik di pusat Front viewport, drag ke kanan bawah dan lepaskan pengklikan apabila objek superspray kira-kira seukuran 20.

Memodifikasi Parameter SuperSpray

1.    Pastikan bahwa objek superspray masih dalam keadaan aktif.

2.   Ubah tab yang aktif menjadi Modify dengan mengklik pada tab bersangkutan.

3.    Geser command panel ke atas hingga rollout Basic Parameters.

4.    Di dalam grup Viewport Display, klik tombol radio mesh. Hal ini akan mengubah bentuk penampilan butir superspray yang tampil pada viewport. Masih di dalam grup Viewport Display, ubah nilai Percentage of Particles menjadi 100%. Hal ini akan menambah jumlah butiran yang keluar.

5.    Buka rollout Particle Generation. Ubah nilai Use Rate menjadi 2 yang terdapat di dalam grup Particle Quantity. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rasio pemancaran butiran.

6.    Di dalam grup Particle Timming, ubah nilai Emit Stop menjadi 100 dan ubah juga nilai Life menjadi 50. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang masa pemancaran butiran sesuai dengan jumlah frame yang ada.

7.    Di dalam grup Particle Size, ubah nilai Size menjadi 20.

8.    Buka rollout Particle Type. Di dalam grup Standard Particles, aktifkan tombol radio Tetra. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah tipe butiran menjadi bentuk tetra.

9.     Klik tombol Play Animation. Lihat efek animasi yang terjadi.

10.   Klik tombol Stop Animation untuk memberhentikan animasi.

Menambah Gaya Angin

1.    Aktifkan Left viewport.

2.     Pastikan bahwa tab Create adalah tab yang aktif, dan ubah object categories yang aktif menjadi Space Warps.

3.    Perhatikan kotak combo tepat di bawah object categories yang berisikan Geometric/Deformable. Ubahlah pilihan di dalamnya menjadi Particle & Dynamics.

4.    Di dalam rollout Object Type, klik tombol Wind.

5.    Klik di pusat Left viewport, kemudian drag dan klik di kanan bawah dengan ukuran Anda tentukan sendiri. Lihat gambar di bawah ini untuk hasil pembuatan angin.

Menghubungkan Objek Angin dengan Objek SuperSpray

1.    Pastikan bahwa objek angin masih dalam keadaan terpilih.

2.   Klik tombol Bind to Space Warp yang berada di dalam Main Toolbar.

3.    Dekatkan mouse pada objek angin dan simbol kursor mouse berubah menjadi simbol Bind to Space Warp. Kemudian klik dan drag ke objek superspray, lalu lepaskan pengklikan. Sekilas, kedua objek, yaitu angin dan superspray berubah menjadi warna putih. Hal ini menunjukan kedua objek tersebut telah terhubung.

4.   Klik tombol Play Animation. Dapat dilihat efek animasi pemancaran butiran uperspray membangkok sesuai dengan arah angin yang diberikan.

5.   Klik tombol Stop Animation.

Mengurangi Kekuatan Angin

1.   Pastikan bahwa objek angin masih dalam keadaan terpilih. Jika tidak terpilih, pilihlah objek trsebut mengunakan Select Object.

2.   Aktifkan tab Modify.

3.    Geser command panel hingga rollout Parameters.

4.    Ubah nilai Strength yang terdapat di dalam grup Force menjadi 0.1.

5.   Klik tombol Play Animation. Dapat dilihat efek animasi pemancaran butiran superspray membengkok berkurang kekuatannya.

6.   Klik tombol Stop Animation.


3.   Tipe Particle dari Objek Geometry

Untuk tipe parikel superspray, MAX menyediakan sejumlah tipe yang dapat langsung dipergunakan. Akan tetapi, Anda masih diberi kesempatan untuk menggunakan objek geometry yang tidak standar. Berbagai objek geometry apa saja dapat anda buat sebagai tipe partikel.


Membuat Objek Teapot

1.    Reset-lah sistem.

2.    Aktifkan Top viewport.

3.     Pastikan bahwa tab Create yang aktif, dan object categories yang aktif adalah Geometry.

4.    Di dalam rollout Object Type, klik tombol Teapot.

5.    Klik di sembarang posisi, ,isal kanan bawah, kemudian klik dan drag ke arah kanan bawah lagi untuk menentukan ukuran radius teapot. Lalu klik sembarang.

6.    Geser command panel hingga rollout Parameters, kemudian ubah nilai Radius menjadi 20.

Membuat SuperSpray

1.    Aktifkan Front viewport.

2.    Pastikan bahwa tab Create adalah tab yang aktif, dan object categories yang aktif adalah Geometry.

3.    Perhatikan kotak combo tepat di bawah object categories yang berisikan Standard Primitives, ubahlah pilihan di dalamnya menjadi Particle Systems.

4.    Di dalam rollout Object Type, klik tombol SuperSpray.

5.    Kemudian klik di pusat Front viewport, drag ke kanan bawah dan lepaskan  pengklikan apabila objek superspray kira-kira seujuran 20.

Memodifikasi Parameter SuperSpray

1.    Pastikan bahwa objek superspray masih dalam keadaan terpilih.

2.   Ubah tab yang aktif menjadi Modify dengan mengklik pada tab bersangkutan.

3.    Geser command panel ke atas hingga rollout Basic Parameters.

4.    Di dalam grup Viewport Display, klik tombol radio Mesh. Hal ini akan mengubah bentuk penampilan butir superspray yang tampil pada viewport. Masih di dalam grup Viewport Display, ubah nilai Percentage of Particles menjadi 100%. Hal ini akan menambah jumlah butiran yang keluar.

6.    Di dalam grup Particle Timming, ubah nilai Emit Stop menjadi 100 dan ubah juga nilai Life menjadi 50. Hal ini dilakukan untuk memperpanjang masa pemancaran butiran sesuai dengan jumlah frame yang ada.

7.    Di dalam grup Particle Size, pastikan bahwa nilai Size tetap menjadi 1.

Mengubah Tipe-Partikel Menjadi Teapot

1.   Pastikan bahwa objek superspray masih dalam keadaan terpilih, jika tidak, pilihlah objek tersebut menggunakan Select Object.

2.   Pastikan juga bahwa tab Modify masih aktif.

3.    Geser command panel hingga rollout Particle Type. Pada grup Particle Types, aktifkan tombol radio Instanced Geometry.

4.    Geser command panel ke atas lagi hingga grup Instancing Parameters, kemudian klik tombol Pick Object. Selanjutnya klik objek teapot pada viewport.

5.    Buka rollout Particle Generation. Ubah nilai Use Rate menjadi 2 yang terdapat di dalam grup Particle Quantity. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rasio pemancaran butiran.

20
Apr
10

Membuat Material Transparan / Cermin

1.  Tipe Standar

Kita akan mengerjakan pembuatan material transparan dan ditempatkan pada sebuah objek gelas. Dalam membuat material transparan, terdapat dua tipe, yaitu tipe standar dan raytrace.


Membuat Material Transparan dan Mengaplikasikannya

1.     Buatlah objek dengan bentuk gelas atau Anda dapat mengambil pada file max pada bab 1, lalu pilihlah gelas tersebut dengan menggunakan Select Object.

2.    Tekan tombol M untuk menampilkan jendela Material Editor.

3.    Perhatikan rollout Blinn Basic Parameters yang terdapat di dalam jendela Material Editor. Klik kotak warna Diffuse, setelah itu akan tampil kotak dialog Color Selector; Diffuse Color. Dari kotak dialog ini, ubah nilai Red, Green dan Blue, semuanya menjadi 110. Tutup kotak dialog ini dengan mengklik Close.

4.    Tutup rollout Blinn Basic Parameters, dan buka rollout Extended Parameters.

5.    Perhatikan grup Advanced Transparancy, isi nilai Amt menjadi 70.

6.    Berilah nama material yang telah Anda buat ini dengan nama Kaca_Gelap pada kotak combo nama material.

7.   Klik tombol Assign Material to Selection untuk menempatkan material ini pada objek terpilih.

8.    Tutuplah jendela Material Editor.

Melakukan Render

1.    Aktifkan Perspective viewport.

2.    Klik menu Rendering, kemudian klik sebmenu Render.

3.     Setelah itu tampil kotak dialog Render Scene. Pada grup Option, klik kotak cek Force 2-Sided. Klik tombol Render, untuk hasilnya lihat gambar di bawah ini.


2.  Tipe Raytrace

Berikut ini Anda akan mengerjakan pembuatan material transparan menggunakan tipe raytrace. Pada dasarnya, kedua teknik pembuatan material transparan ini sama. Namun, untuk beberapa hal, tipe raytrace menghasilkan pembuatan material yang lebih akurat dan presisi ketika dilakukan proses ketika dilakukan proses render, karena teknik pendekatan yang dipergunakan lebih baik dibandingkan metode standar.


Membuat Material Transparan dan Mengaplikasikannya

1.   Pilihlah objek gelas menggunakan Select Object.

2.    Tekan tombol M untuk menampilkan jendela Material Editor.

3.      Klik tombol Standard yang ada di dalam Material Editor.

4.    Setelah itu tampil jendela Material/Map Browser. Klik ganda pada Raytrace.

5.    Setelah itu tampil rollout Raytrace Basic Parameters, klik pada kotak warna Transparancy, lihat gambar di bawah ini.

6.    Setelah itu tampil kotak dialog Color Selector : Transparancy, ubah warna Red, Green dan Blue, semuanya menjadi 240. Klik close untuk menutup kotak dialog ini.

7.    Berilah nama material yang Anda buat ini dengan nama Kaca_Gelap pada kotak combo nama material.

8.   Klik tombol Assign Material to Selection untuk menempatkan material ini pada objek terpilih.

9.    Tutuplah jendela Material Editor.

Melakukan Render

1.    Aktifkan perspective viewport.

2.    Klik menu Rendering, kemudian klik submenu Render.

3.     Setelah itu tampil kotak dialog Render Scene. Pada grup Option, klik kotak cek Force 2-Sided. Klik tombol Render. Untuk lebih jelas lihat gambar di bawah ini.

3.  Membuat Material Cermin

Anda akan membuat material cermin yang akan diaplikasikan pada objek meja, dimana di atasnya terdapat sebuah objek gelas. Perhatikan gambar di bawah ini untuk hasil jadinya.

Membuat Material Cermin dan Mengaplikasikannya

1.   Pilihlah semua objek meja menggunakan Select By Name. Dari kotak dialog Select Object seperti gambar di bawah ini.

2.    Tekan tombol M untuk menampilkan jendela Material Editor.

3.    Pilih slot yang kosong dengan jalan mengkliknya.

4.    Klik tombol Standard yang ada di dalam Material Editor.

5.    Isi Diffuse Color dengan Wood, isilah parameternya sesuai dengan gambar di bawah ini.

6.   Klik tombol Go to Parent.

7.    Geser parameter Material Editor ke bawah hingga rollout Maps, buka maps dan ceklis pada Reflection isi angka disebelahnya menjadi 18 dan klik tombol none disebelahnya dan muncul kotak dialog Material/Map Browser dan pilih Raytrace, klik OK .

8.    Biarkan settingan Raytrace tersebut dan klik tombol Go To Parent.

9.    Berilah nama material yang telah Anda buat ini dengan nama Kayu_pelitur pada kotak combo nama material.

10.   Klik tombol Assign Material to Selection untuk menempatkan material ini pada objek terpilih.

11.    Tutuplah jendela Material Editor.

Melakukan Render

1.    Aktifkan Perspective viewport.

2.    Klik menu Rendering, kemudian klik submenu Render.

3.    Setelah itu tampil kotak Render Scene. Tanpa mengubah seting apapun, klik secara langsung tombol Render yang berada di baris paling bawah dari kotak dialog.

20
Apr
10

Membuat Objek Menggunakan Loft

Dalam teknik pengerjaan lofting, bentuk dasar dari objek shape yang akan di-loft berupa objek star. Sebelumnya, Anda dapat me-reset system seperti yang telah dijelaskan di halaman sebelumnya.

Membuat Shape dan Path

1.    Aktifkan Top viewport dengan jalan mengklik kanan mouse pada viewport bersangkutan.

2.   Pastikan bahwa tab Create adalah tab yang aktif.

3.   Pada object categories yang lokasinya tepat di bawah tab, ubah pilihan yang aktif menjadi Shapes dengan jalan mengklik tombol Shapes.

4.    Dalam rollout Object Type, klik tombol Star.

5.    Pada Top viewport, klik kira-kira di pusat, kemudian tahan mouse dan geser ke kanan dengan ukuran kira-kira 200, lalu lepaskan pengklikan, dan klik satu kali lagi untuk radius kedua kira-kira 150.

6.    Drag command panel kea rah atas hingga rollout Parameters tampil. Ubah nilai radius 1 menjadi 50, dan Radius 2 menjadi 20.


7.    Aktifkan Front viewport dengan jalan mengklik kanan mouse pada viewport tersebut.

8.    Drag command panel kea rah bawah hingga rollout Object Type tampil.

9.    Klik tombol Line.

10.    Buatlah bentuk path menjadi seperti tergambar pada gambar di bawah.



Melakukan Lofting Terhadap Objek Shape

Dalam melakukan lofting terhadap dua metode pembuatan. Metode pertama, Anda menentukan objek shape yang akan dilakukan lofting terlebih dahulu baru kemudian ditentukan garis path (alur) pembentuk lofting. Metode kedua, kebalikan dari metode pertama, yaitu Anda menentukan garis path terlebihdahulu baru kemudian Anda menentukan objek shape-nya. Berikut ini instruksi untuk melaksanakan metode pertama, yaitu menentukan objek shape terlebih dahulu baru kemudian ditentukan objek path-nya.

1.   Klik Select Object dari Main Toolbar, kemudian klik objek Star01.

2.   Ubah object categories manjadi Geometry.

3.    Perhatikan kotak combo tepat di bawah object categories, di dalamnya tertulis pilihan Standard Primitives, ubah pilihan menjadi Compound Objects.


4.    Dari dalam rollout Object Type, klik tombol Loft.


5.    Dari dalam rollout Creation Method yang tampil, klik tombol Get Path. Kemudian secara langsung pada viewport mana saja Anda klik garis path (line01).

Melakukan Lofting Terhadap Object Path

Berikut ini langkah untuk metode kedua, yaitu Anda melakukan proses lofting dengan menentukan garis path terlebih dahulu, baru kemudian objek shape-nya.

1.             Klik Select Object dari Main Toolbar, kemudian klik garis path Line01.

2.             Pastikan bahwa objek categories adalah Geometry.

3.    Perhatikan kotak combo tepat di bawah objek categories, di dalamnya terturis pilihan Standard Primitives, ubah pilihan menjadi Compound Objects.

4.    Dari dalam rollout Object Type, klik tombol Loft.

5.    Dari dalam rollout Creation Method yang tampil, klik tombol Get Shape. Kemudian secara langsung pada viewport mana saja Anda klik objek Star01.

19
Apr
10

Membuat Gelas Dengan Lathe

Dalam pembentukan objek gelas, Anda harus membuat kurva objek shape terlebih dahulu. Dalam tutorial berikut ini, Anda akan membuat sebuah objek gelas anggur menggunakan modifier Lathe.

Membuat Shape Gelas

1.    Aktifkan Front viewport dengan jalan mengklik kanan mouse pada viewport.

2.   Klik tombol Min/Max Toggle yang berada di sudut bawah layar. Tujuan pengklikan ini untuk mengubah tampilan viewport yang aktif (Front) satu layer penuh.

3.   Perhatikan command panel yang terdapat dibagian kanan layer. Pada command panel ini, pastikan bahwa Create adalah tab yang aktif.

4.   Pada objek categories yang lokasinya tepat di bawah tab, ubah pilihan yang aktif menjadi Shape dengan jalan mengklik tombol Shapes.

5.    Selanjutnya pada command panel, tampil rollout Object Type. Lalu klik tombol Line untuk memulai membuat kurva objek gelas.

6.    Selanjutnya, pada Front viewport, buatlah garis dengan bentuk setengah objek gelas dengan jalan mengklik dan mendragnya. Lihat gambit di bawah untuk bentuk dan posisi pengklikan.

7.    Klik tombol Min/Max Toggle satu kali lagi untuk mengembalikan tampilan empat viewport.

Mengubah Objek Shape Menjadi Benda Putar

1.   Pastikan bahwa objek shape yang baru saja anda buat masih dalam keadaan terpilih. Hal ini ditandai oleh warnanya, yaitu netral (putih). Jika tidak, Anda dapat memilih objek dengan jalan mengklik padanya, tetapi sebelumnya Anda klik terlebihdahulu tombol Select Object yang terdapat di dalam Main Toolbar.

2.   Ubah tab yang aktif menjadi Modify dengan jalan mengklik pada tab bersangkutan.

3.    Di dalam rollout Modifiers, klik Lathe.

Hasil pembuatan objek benda putar menggunakan modifier Lathe dapat dilihat pada gambar diatas. Bentuk objek tidak sesuai dengan keinginan karena bentuknya mengecil dan saling bertubrukan. Oleh karena itu, untuk membuat objek gelas sebenarnya, Anda perlu mengubah aksis perputaran objek.

Mengubah Aksis Perputaran (Pivot Point)

1.    Sebelum melakukan aksi mengubah pivot point, Anda batalkan terlebih dahulu pembuatan modifier Lathe pada langkah sebelumknya, yaitu dengan jalan menekan tombol Ctrl+Z (penekanan tombol control yang dibarengi dengan penekanan tombolZ).

2.   Klik tombol Select and Move yang berada di dalam Main Toolbar.

3.   Ubah tab yang aktif pada command panel menjadi Hierarchy.

4.   Di dalam rollout Adjust Pivot, klik tombol Affect Pivot Only.

5.    Pastikan bahwa Front viewport aktif, jika tidak buatlah menjadi aktif dengan jalan mengklik kanan mouse pada Front viewport.

6.    Setelah itu tampil transform gizmo bentuk khusus pivot point pada kurva objek shape. Gambar di bawah adalah ilustrasi yang juga tampil pada layer Anda. Dekatkan mouse pada sumbu X yang menyebabkan hanya sumbu X yang berwarna kuning.

7.    Klik dan tahan pengklikan, kemudian geser ke kiri hingga garis as Front viewport. Lihat gambar dibawah ini untuk ilustrasi pergeseran pivot point yang harus Anda dapatkan.

8.    Klik tombol Affect Pivot Only lagi untuk menonaktifkannya.

Mengubah Kembali Objek Shape Menjadi Benda Putar

1.    Ubah tab yang aktif menjadi Modify

2.    Di dalam rollout Modifiers, klik tombol Lathe. Hasil akhirnya  terlihat seperti gambar di bawah ini.

14
Apr
10

Trik Unlimited Slot di 3D Studio Max

Sering kali bagi yang baru belajar 3Ds max kebingungan untuk menambah slot apabila jumlah benda yang ada di viewport melebihi jumlah slot material di Material Editor, jumlah slot maksimal hanya 24 buah slot, bila jumlah benda melebihi 24 seringkali user kebingungan. Dalam bahasan ini menerangkan bagaimana caranya agar jumlah slot bisa melebihi 24 buah bahkan tak terhingga, nah.., sebenarnya slot hanya berjumlah 3 atau bahkan 2 saja sudah cukup untuk mengakali slot unlimited, berikut bahasannya :

1.  Buatlah semua slot terisi oleh material yang ada di viewport, lebihkanlah 1 objek pada viewport dari jumlah slot pada Material Editor yang berjumlah 24 buah (objek > jumlah slot 24 buah) tanda apabila slot material terisi dan sudah ada yang memiliki adalah pada setiap sudutnya terdapat segitiga.

2.  Pilihlah salah satu slot material, klik tombol pada “Pick Material From Object” pilih objek selain dari slot yang sedang terpilih di Materila Editor (misal : slot yang sedang dipilih warna merah, maka objek yang dipilih dengan tool “Pick Material From Object” pilih warna selain merah, misal hijau kalau ada).

3.  Lihat di slot Material Editor, otomatis ada slot yang kosong (tandanya : tidak ada segitiga di setiap sudutnya), nah slot kosong tersebut bisa dipergunakan untuk objek yang belum mendapat material tanpa mengilangkan material yang ada pada objek yang terpilih sebelumnya (objek warna merah).

4. Ulangi cara 2 – 3 bila ingin mendapatkan slot material kosong untuk objek baru, selamat mencoba!